Karya : Retje tube
Aku duduk terdiam di tengah kesunyian. Menatap langit yang enggan berbicara. Entah mengapa ia diam membisu seribu bahasa. Apakah dia tahu akan kesedihanku. Luka yang selama ini aku pendam sakit yang amat mendalam. Sakit yang tak bisa terbendung lagi. Bagaikan pisau menggoreskan luka pada tubuhku yang sangat perih. Engkau pergi bersama semua kenangan. Jauh, jauh dan semakin jauh. Meningalkan aku sendiri disini. Bersama luka pilu di dalam hati ini.
Sekarat perasaan cintaku, yang kini terlunta-lunta ditinggal penjaga. Terkurung dan terjatuh ke dalam palung, lalu kemudian melebur bersama samudra. Sekarat perasaan cinta, tertumpuk di antara karang-karang, menguap terbawa udara, lalu menebar ke jagat raya. Ketika hujan turun pagi hari, membasahi dunia denganmu. Perlahan ku langkahkan kakiku, menuju semua arah cintaku yang telah hilang. Lihatlah aku, lihatlah aku termenung sendu. Meratapi luka yang kau beri. Demi perasaan hati yang perih semakin membuatku tersakiti.
Tak adakah sedikit rasa dihatimu? Tak adakah rasa hormat dalam hatimu? Kau lukai aku dengan tingkahmu. Salah apa aku padamu? Salah apa? Sehingga kau tega lakukan itu. Membekas, menangis seakan teriris. Bersendu karena kehilangan dirinya. Semuanya takkan pernah kembali seperti semula. Aku akan mengalah demi kau cintaku. Demi bahagiamu dengannya kekasihku. Dan tak mungkin lagi kau kembali padaku. Walau aku tak bisa bernyanyi sangat merdu. Walau mungkin kabarku jarang menghampiri.
Di sini, aku seperti gunung. Selalu menyimpan senyuman manismu. Selalu rindu tatapan matamu. Takkan berpindah walaupun angin berlalu dan kabut menyelimuti. Madih adakah jejak langkahmu disini. Yang selalu menyemangati hari-hariku. Aku masih disini. Dan terus disini hanya untukmu. Kini kau pergi bersama kenangan ini, yang telah lama aku ingin merasakannya kembali. Seandainya, waktu bisa terulang kembali. Ku ingin selalu bersamamu.
Oh tuhan, kuatkan aku. Kuatkan perasaanku dengan cinta yang membuatku bisa gila. Dengan cinta yang selalu menyiksaku terus-menerus. Aku ibarat batu, tak akan hancur di terpa ombak, seperti karang di lautan. Aku bagaikan perahu kecil yang terhempas samudera. Goya, lemah, karna aku adalah insan yang biasa. Insan yang menanamkan cinta. Cinta yang bisa membuatku damai dan bahagia.
Tuhan, apakah takdir cinta ini akan berakhir. Akankah ku temui sebuah cinta dimana aku dan cinta itu berada di sebuah nirwana yang sangat indah. Yang selalu ku khayalkan seperti orang gila pada saat ini. Aku tak tahu tuhan, karena aku hanya tahu, cinta adalah anugerah yang kau berikan pada setiap hambamu. Dan aku hanya tahu, setiap manusia memiliki cinta. Entah cinta apa. Cinta sejati, atau mungkin hanya cinta semata.
Dan aku setiap menyadari itu tuhan. Aku lemah tak berdaya, dan aku rentan dengan perasaan yang selalu bimbang. Adakah cintaku disana, mampu mendengarkan setiap bisikan melalui angin-angin yang menyampaikan perasaan hatiku saat ini. Semoga engkau yang disana, dapat merasakan betapa pedihnya. Betapa sakitnya yang kurasakan. Takkan pernah bisa kubayangkan, takkan pernah bisa kubayangkan betapa bahagianya aku jika engkau kembali bersamaku, tertawa bersama, berduka bersama. Dan selalu berdua untuk selamanya.
#Hubungan #TentangHati #Perasaan #Percintaan
#Hubungan #TentangHati #Perasaan #Percintaan
bapeer kak
BalasHapus