Aku bahagia melihatmu bahagia, aku siap dan rela bila harus menderita, membawa luka yang sangat sulit kutemui obatnya. Percuma aku mengejar bila kamu semakin menghindar
Biarlah rasaku saja yang hambar, akan ku coba belajar untuk bersabar.
Temui saja rindu barumu yang sangat mencintaimu . Rindu dan perasaanku kepadamu anggap saja daun yang telah gugur disapu angin lalu, anggap saja tak pernah ada dihidupmu, aku siap untuk terluka meski terara pilu didada. Tapi disini aku ingin kau sadar bahwa aku rela mengabaikan orang lain hanya karna aku tak mau jadi orang lain bagimu
Disini, masih ada aku yang merindukanmu.
Jika semua ini hanya sebuah mimpi lantas mengapa semua ini terjadi, sungguh misi ini semacam bencana yang datang tiba-tiba lalu memakan banyak nyawa.
kukira kita akan baik baik saja, Tapi ternyata, aku sudah dianggap orang biasa dan dianggap tak pernah ada. Apakah aku hanya sebuah bayangan bagimu? Yg tak pernah hidup dan tak pernah layak untuk dikenang, terkadang dunia sangat kejam, orang yang menghianati malah kau anggap yang paling mencintai. Sedangkan aku orang yang benar-benar mencintai setengah mati malah dianggap tidak ada sama sekali. Pergilah dengan rindu barumu, bagimu hadirku hanyalah pengganggu mimpimu. Kalau suatu saat dia menyakitimu, jangan kau cari aku, nikmati saja rindumu.
Kelak, kau akan tahu bagaimana rasanya menjadi aku. Aku yang rela menunggu padahal kau tengah menanti orang lain untuk bercumbu, aku yang rela mencintai walau aku telah dipatahkan berkali-kali. Tapi kali ini aku memohon maaf padamu, perasaan juga pasti punya batas kesabaran, perasaan ini bukan layaknya hadiah yang apabila belum beruntung akan muncul tulisan coba lagi, hati ini masih merasakan sakit. Aku sedang belajar bangkit, jangan pernah kau datang lagi seolah kau tidak pernah membuatku sakit.
Belajar tertawa itulah saat ini yang aku coba berpura baik baik saja walau hati sangat terluka, tapi tak apa aku akan menganggap tidak pernah kau torehkan luka. Belajar bahagia walau hati terasa hampa, belajar menerima walaupun membuat sesak didada dan belajar dewasa walau sejujurnya aku belum bisa, realita ini begitu menyiksa yang sangat jauh dari kata logika, biarlah aku yang berpura-pura demi kamu bahagia, aku rela walaupun senyuman harus disertai pejaman mata akan tetap aku paksa. Walau perih akan ku coba menerimanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar