Rabu, 28 Juni 2023

Puan Pelupa

Seraut wajah dengan paras jelita
Menunduk, penuh tanya dalam kepala
Ia menyebut diri sebagai pelupa
Jauh dari belai sapaan mesra
Luka yang merongga batinnya 
Tentang keluarga yang ia harap cemara
Namun asa menyimpang dari dunianya
Seolah tak ingin dirasa, tapi daya masih kuasa

Begitu tangguhkah ia?
"Tidak, ia hanya berusaha meniadakan luka dengan tawa"

Jika ada yang lebih duka dari air mata
Mungkin lebih baik, daripada harus menyalahkan semesta
Sekuat apapun amarah dalam relung jiwa
Tak akan mampu merubah takdir-Nya
Ia bersyukur tiada hentinya
Ikhlas menerima.

Jaten, 28 Juni 2023

Sabtu, 24 Juni 2023

KETIKA SEMUA YANG KUTULIS ADALAH TENTANG DIA. Part 2

        Kembali aku bertemu dia, disini aku diajak teman sedaerahku untuk berkunjung ke salah satu destinasi wisata di Klaten Jawa Tengah. Tempat pemandian yang airnya sejuk dengan pemandangan lumayan indah menurutku. Bisa dikatakan kami berkunjung ke tempat wisata ini adalah perayaan usai sidang Skripsi teman sedaerahku karena telah mendapat Gelar dan menyelesaikan studinya. Kupastikan dia ikut berkunjung kesana, sebab dia merupakan sahabat dekat teman sedaerahku. Berangkatlah kami motoran, 45 menit berlalu kami sampai ke tempat tujuan. Ternyata disini dia membawa kamera juga "berarti dia suka fotografi" benakku. Sembari istirahat cewe-cewe sempatkan untuk berfoto dulu. Tak jauh beda dengan sesi foto di Gedung Dekanat waktu itu. Satu dua kali dia mengambil gambar, kembali aku ditugaskan untuk memotret. "Tolong fotoin bang" "wokee" jawabku. Di pertemuan kali ini aku tak banyak bicara dengannya, hanya seperlunya saja. Tak lama istirahat, teman-teman mulai bermain air dan cowo-cowo berenang di kolam yang lumayan dalam. Karena dia belum ikut menceburkan diri, dia sempatkan memfoto teman-teman di pemandian, termasuk aku juga didalamnya.

        Disini, mataku sesekali meliriknya. Aku tak tahu apakah dia sadar akan hal itu, Wallahu a'lam. Hingga dia ikut mandi dan berenang pun tatapku masih saja kembali meliriknya. "Ini anak berbeda dari orang lain" batinku. Lumayan lama berendam, kami memutuskan untuk makan siang dahulu. Khusus makan siang disini disediakan oleh yang sudah mendapat Gelar, sangat bersyukur bagi kami anak kost wkwk. Selesai makan, sebagian teman lanjut menceburkan badan dan berenang. Juga beberapa teman yang lain duduk di kolam ikan yang dangkal untuk terapi kaki. Sore menjelang, kami bersiap-siap untuk pulang. Diperjalanan pulang kami berpisah, hingga semua sampai ke tempat tinggal masing-masing dan aku juga sampai ke kontrakan.

        Beberapa minggu kemudian lagi-lagi aku bertemu dia, semakin kesini malah semakin dekat. Jadi ada satu planning yang telah lumayan lama direncanakan, yaitu mendaki gunung. Rencana awal, hanya kami teman sederah ada 6 personil yang akan mendaki, kami memutuskan mendaki gunung Merbabu pada hari itu. Pendakian belum tentu kapan dilaksanakan, intinya masih dalam wacana. Beberapa hari telah lewat, teman sedaerahku bilang bahwa dia juga mau ikut mendaki. "Mba es** peh mera beluh bang" ucap teman sedaerahku. "Okee dek, lebih rami lebih gure" jawabku. Dan kami berinisiatif mengajak teman-teman lainnya, sehingga kami genap menjadi 10 personil. Lanjut menentukan tanggal pendakian, kami menentukan planning itu akan dilaksanakan pada tanggal 13 dan 14 Maret 2023. Juga membuat grup di WhatsApp untuk diskusi apa saja yang dibutuhkan, sekalian aku unjuk diri sebagai ketua rombongan dalam pendakian tersebut.

        H-1 pagi kami mulai bersiap-siap, sebab kami memutuskan untuk berangkat malam, agar bisa beristirahat di basecamp sebelum melakukan pendakian. Mulai dari logistik yang mulai dipersiapkan dan alat-alat perlengkapan untuk mendaki yang akan dibawa. Tak lupa kamera untuk mengabadikan momen, juga obat-obatan P3K sebagai persiapan jika terjadi kejadian yang tak inginkan. Sebab, resiko mendaki sangat tinggi maka harus tetap safety. Setelah semua lengkap, ba'da ashar semua personil berkumpul ditempat yang telah ditentukan untuk packing. Packing disini, karena cowo ada 6 dan ceweknya 4 orang. Maka, logistik dan peralatan yang berat dibebankan kepada cowo-cowo. Agar bawaan cewe-cewe sedikit ringan ketika nanjak nantinya. Packing berlanjut hingga jam 20.00, setelahnya lanjut bersiap-siap untuk berangkat.

        Semua personil siap, 21.40 kami berangkat hingga tiba di basecamp swanting kurang lebih pukul 00.30. sesampai di basecamp, kami sempatkan mengisi perut dengan mie instan yang di jual oleh pemilik basecamp tersebut. Juga bercengkerama satu sama lain, tak lupa selfie beberapa kali dengan Hp dia. Dengan canda tawa, suasana jadi hidup dan bahagia. Karena kami berada di dataran tinggi, suhu tubuh menurun. Gigil menggerogoti juga kantuk menghampiri, saatnya berbaring dan tidur dengan posisiku saat itu paling tepi. Sempat juga aku tak bisa tertidur, karena suhu disana akan semakin dingin jika mendekati pagi. Salahku juga sebab memberanikan diri untuk tidur hanya dengan baju dibadan saja tanpa selimut. Adzan subuh berkumandang aku belum juga terlelap. Langsung aku membuka salah satu carier untuk mengambil sleeping bag di dalamnya, kembali membaringkan badan dan hingga akhirnya terlelap juga.

        Pukul 06.20 pagi bangun, bersiap-siap untuk check in. Sebelumnya sarapan dulu, yang sudah disiapkan oleh pemilik basecamp. Sarapan bareng, hanya dengan sayur semuanya. Padahal ada juga ayam goreng yang disediakan pemilik basecamp. "Berhemat" pikirku. Usai sarapan, aku yang perokok wajib merokok dulu. Dan berbincang canda tawa dengan teman-teman lainnya. Disini nih rasa kagum itu mulai disertai rasa cinta terhadapnya. Saat dia duduk bersilang, tatapku sangat rekat padanya. Aku terus menerus memperhatikan dia, dari sudut ruang yang aku sedang mengisi daya Hp-ku disana. Meskipun dia agak ceroboh sedikit, namun aku sukaa :). Sempat juga aku memvideokan dia saat melakukan kecerobohan itu wkwk. Kemudian, aku sebagai ketua rombongan hendak check in ke pos pendakian. Lalu "aku ikut bang" ucapnya. "Ayokkk" jawabku. Tidak jauh dari basecamp, aku dan dia berjalan hingga tiba di pos check in itu. Sedikit antri, dan aku sempat ngomong sama dia "ntar kalo petugasnya ngomong bahasa Jawa, es** yg ngomong yaa" "iya bang" jawabnya. Tak lama saatnya giliran kami, aku langsung masuk ke dalam pos itu dan menunjukan kode booking yang sudah kami dapat dalam pendaftaran online tempo hari. Lanjut dengan pembayaran tiket, asuransi, parkir, dan biaya pengelolaan basecamp. Akhirnya hanya aku yang ngomong sama petugas saat itu, walaupun ada sedikit drama dengan petugas yang ada disana. Hampir saja kami ditipu soal finansial, namun alhamdulillah aku bisa membantah. usai check in, langsung bergegas balik ke basecamp. Dalam langkah demi langkah menuju basecamp "kenapaa tadi bang?" Tanya dia. "Ada drama sedikit" jawabku dengan menjelaskan dengan detail padanya. Disini sikapku pada dia masih biasa saja, seperti tidak terjadi apa-apa. Walau didalam ada sebuah rasa, namun pikirku rasa itu masih di dalam belum ketahuan :). Hingga tiba di basecamp, juga aku menjelaskan kepada teman-teman yang lain soal drama yang terjadi di pos check in saat itu.


Bersambung ....

Kamis, 22 Juni 2023

DIHANTUI LESUNG

Sedang berusaha memantaskan diri agar kamu yang rekat dalam tatap, menetap. Aku iri padamu yang taat, sedang ku masih sering mengulur niat.

Tak banyak yang ingin ku ucap. Aku hanya dihantui lesungmu setiap saat.

Senin, 19 Juni 2023

DO'A

Ada banyak ruang-ruang takdir
Yang tak bisa kita masuki dengan leluasa dan segera
Namun setidaknya, masih bisa kita jangkau dengan do'a

Di do'amu, aku kuat
Di do'amu, aku semangat
Di do'aku, kusebut namamu
Di do'aku, kupinta berkah atasmu

Ya, biarlah do'a kita yang menjadi penjaga
Bahwa rasa selamanya haruslah murni
Sebagai titisan dari Yang Maha Suci

Tak ada yang lebih membahagiakan
Selain karena cinta pada-Nya
Aku mendo'akanmu
Pun demikian denganmu

Biar pemilik semesta akan menjaga kita
Hingga tiba masanya
Takdir kita ditentukan bersama
Atau hanya teman selamanya

Selayaknya saudara
Iman akan selalu menyatukan kita

Semoga Allah selalu sayang padamu
Duhai pemilik nama yang indah


Karya : Rita Bulan
(Dalam buku "Bulan Tak Pernah Pulang" 2019)

Sabtu, 17 Juni 2023

Dari percakapan kemarin malam, ada batasan-batasan yang kau katakan, aku setuju. Benar, kita harus bekerjasama untuk menjaga dan mengontrol perasaan masing-masing. Sebab, hal itu bisa meminimalisir terjadinya hal-hal yang mengarah ke arah negatif. 

Mengenai latar belakangmu, memang belum sepenuhnya aku tahu tentangmu. Namun, jangan menyuruhku mempertimbangkannya. Bukankah kita harus sama-sama mempertimbangkan? Katamu lagi, apa ada orang yang bisa menerimamu dengan keadaan seperti itu?

Gimana kalau sebaliknya?
Kau juga belum sepenuhnya tau latar belakangku bagaimana. Besar kemungkinan jika kau tahu, aku akan mengatakan hal yang sama. 

Bukankah alur kehidupan itu sudah diatur sedemikian rupa bagi setiap hamba? Yang kita lakukan harus tetap bersyukur bagaimana pun situasi yang kita jalani tanpa membanding-bandingkannya. 

Bahagianya tawamu malam kemarin masih saja dalam benakku hingga kini, kau tertawa lepas mendengar nyanyianku yang bahasa jawa itu. Walaupun aku sedikit malu, tapi aku bahagia sekali melihatnya. Kamu tetap bahagia seperti itu yaa, jangan biarkan sedih menghiasi raut wajahmu.

Dan hari ini kau menyanyikan request-an laguku dibeberapa minggu yang telah lewat. Terima kasih, aku sukaa. Sedikit kritik, tarikan nafasmu kurang panjang hehe. 

Jumat, 16 Juni 2023

Setidaknya aku sedikit lega, sebab aku sudah memberanikan diri untuk mengungkapkannya. Walau dengan nervous yang membuncah, namun aku tak mau kalah.

Benar katamu, solusi yang tepat untuk saat ini hanya itu. Sebab, kau dan aku tak ingin ada hubungan yang dilarang-Nya. Aku setuju.

Ternyata se-asyik itu ya ngobrol denganmu, dari intonasi bicaramu adem banget. I like that. Maaf kalo cara bicaraku tidak seperti biasanya. Sebab, nadiku auto berdenyut lebih cepat saat di depanmu. Maaf juga atas pertanyaanku, yang hampir saja membuat butir-butir kristal bening itu menetes. 

Terima kasih sudah welcome. Kau hebat, aku terenyuh mendengar ceritamu.

Minggu, 11 Juni 2023

KETIKA SEMUA YANG KUTULIS ADALAH TENTANG DIA. Part 1


    Cinta, kedua kalinya kurasakan kembali, setelah cinta pertamaku kandas tak terperi. Cinta yang kusuguhkan perlahan padam, setelah ia membuat keputusan. Fixs bubar tak lagi ada urusan. Sejak saat itu aku enggan membuka hati untuk orang baru yang kian datang. Aku menutup hati rapat-rapat, tak kubiarkan seorang pun masuk lagi. Tepatnya aku memutuskan untuk sendiri.

    Kini, setelah hampir 6 tahun silam, rasa itu kembali berbinar. Bukan pada orang sama, tapi dengan orang berbeda. Dia yang kerap kusebut gadis lesung pipi, mampu membuatku salting saat bertemu dengannya. Kehilangan kata-kata sering kali aku dibuatnya. Matanya sayu, senyumnya menggetarkan jiwa. Ku akui dia berhasil membuat sifat cuek dan sifat dinginku tumbang. Tak jarang aku mencuri pandang, tak tahu entah mengapa hatiku spontan memberi aba-aba mataku untuk menoleh kearahnya.

    Awalnya aku tak mengenalnya walau beberapa kali melihat dia setiap berangkat dan pulang kuliah bersama temannya lewat depan kampusku. Awal aku bertemu dia saat salah satu temanku Ujian Tugas Akhir Skripsi di Gedung Dekanat waktu itu. Kami sama-sama perantau sedaerah yang kuliah di salah satu universitas di pulau jawa. Setelah temanku selesai sidang, sesi berfoto pun dilaksanakan dengan kamera Canon 1100 (kalo ngga salah) miliknya. Senang sangat mewarnai hari itu, sesekali aku ditugaskan untuk mengambil gambar olehnya. "Tolong fotoin bang" Aku mengiyakannya sembari tersenyum. Bisa dikatakan saat itu pandanganku mulai fokus terhadapnya. Sesi berfoto terlaksana dengan penuh excited. Hari mulai mendung hujan kian turun, kami memutuskan untuk nongkrong di kantin basement Dekanat. Setelah banyak basa basi, gosip dan lain-lain, satu persatu teman pamit untuk pulang. Tak lama aku juga berpamitan, sebelumnya tak lupa aku ucapkan selamat sarjana buat teman sedaerahku sambil bersalaman, juga dengan teman lainnya yang ada disana kala itu. Kebetulan, dia adalah orang yang terakhir kusuguhkan salam. Namun ketika aku mengangkat tangan untuk berjabat dengannya, dia tidak menjabat tanganku melainkan hanya tersenyum dan mengangguk. Jantungku berdebar saat itu, sembari terpaksa tangan kiriku membalas jabat tangan kananku. Aku tersenyum dan melangkah pulang. Dalam perjalanan, momen itu masih saja dalam benak. Hingga aku berkata "Dia wanita istimewa" dalam hatiku. Itulah awal aku bertemu dengannya, yang saat itu aku sudah menaruh rasa kagum padanya.

    Kemudian, bertemu dia kembali saat aku hendak menemui Kaprodiku yang kebetulan saat itu sedang diluar kampus, untuk keperluan TTD sebuah laporan yang tenggat pengumpulannya tepat hari itu. Berketepatan hari itu juga dia hendak menemui dosennya yang pas banget rapat di suatu tempat berbarengan dengan dosen yang akan aku temui, sama halnya seperti aku untuk keperluan TTD laporan Tugas Akhir temannya yang tengah dikampung. Kemudian salah seorang teman sedaerahku yang merupakan teman akrabnya juga di satu asrama, yang sudah lumayan lama duduk bersamaku di gazebo sebelah kiri parkiran kampus. Teman sedaerahku mengusulkan untuk pergi bersamanya, disini aku agak ragu karena teringat momen yang terjadi di kantin basement Dekanat waktu itu. Langsung teman sedaerahku mengeluarkan HP dari sakunya, langsung menelpon dia guna memberi tahu bahwa dia akan pergi bersamaku saja. "Apa dia mau yaa? Jabat tangan saja tak mau apalagi boncengan?" Ragu masih menyelimuti pikiranku. Kemudian aku mengiyakannya setelah dia setuju dengan usulan dari teman sedaerahku. Teman sedaerahku berkata "Gih sanah bang, sayang mba es** a bang" dan "Boh dek" jawabku. Kami terus berbincang sembari menunggu dia selesai sholat ashar dulu.

    Tak lama kemudian dia tiba di parkiran kampus. Berangkatlah kami dengan motor Vario miliknya, dengan laju yang dibatasi. Diperjalanan "Arih-arih dih, anak jema ya. Metuh kahe ken urusen" dalam hatiku. 25 menit berlalu, tibalah kami di tempat yang kami tuju. Parkirkan motor, langsung menemui dosen untuk TTD Laporan masing-masing. Setelah mendapatkan TTD dosen lega rasanya. Tak banyak bicara langsung pulang, hanya berhenti di Pertamina sebentar untuk mengisi bensin. Disini aku malu banget sama dia, entah apa yang ada dibenakku, fikiranku ngeblank lupa caranya membuka jok motor. Spontan aku memanggil dia untuk membukanya. Jujur aku malu banget, mungkin mukaku agak memerah saat itu hehe. Kemudian lanjut gas lagi hingga tiba di parkiran awal disana motorku berparkir. Dan dia langsung pamit pulang ke asrama sembari mengatakan "Berizin bang" refleks "Murum-murum" jawabku. Dan aku juga beranjak pulang dengan sisa rasa malu yang kudapatkan di Pertamina waktu itu hihi.


Bersambung .... 

Kamis, 08 Juni 2023

SESEORANG

    Malam ini aku bertemu dia kesekian kalinya. Parasnya yang teduh membuat pikiranku yang gaduh beranjak sesaat. Huhh... tenang rasanya. Walaupun jarang bertegur sapa, namun sering kali mataku meliriknya. Sedikit berbeda, jerawat tumbuh di hidungnya. Tambah manis hihi.

Singkat sajaa, aku bahagia. 

Minggu, 04 Juni 2023

PERIHAL MENGAGUMI

    Engkau tak akan mengagumi seseorang, jika bukan karena Allah yang menggerakkan hatimu. Allah ingin kamu mengenalnya, namun bukan berarti dia akan menjadi takdirmu. 

    Entah dia datang sebagai pembelajaran atau sebuah ujian keimanan. Serahkan saja semua pada Tuhan, semoga diberi jalan kemana arah yang ditujukan. Apabila takdir, biarlah alur Rabbi yang menjadi titik tengah untuk mempertemukan.