Seiring berjalannya waktu, hubungan antara aku dan dia semakin dekat. Hari-hari selalu saling berkabar, tegur sapa, tanya menanya, hingga rasa itu semakin tersemat. Sampai suatu ketika, aku ingin menemuinya, guna mengungkapkan apa yang selama ini kurasakan. Namun aku menundanya, sebab dia sedang sibuk menyelesaikan tugas akhirnya. Takut mengganggu pemikiran dia yang sedang fokus menyelesaikan Skripsinya. Tak lupa support kuberikan, agar dia semangat mengerjakan hehe.
Singkat cerita, 14 Juni 2023 dia selesai sidang ujian pendadaran. Hari itu aku datang, "Selamat Es**" ucapku sembari memberikan bingkisan untuknya. "Terima kasih bang" balasnya. Di tengah obrolan, temannya yang lain terus berdatangan. Lanjut sesi berfoto, seperti biasa fotografer selalu standby hehe. Setelahnya, lanjut ke gedung yang lain. Seorang temanku juga sidang ujian pendadaran hari itu. Sesampainya di gedung itu, ku ucapkan selamat juga kepada temanku sembari memberikan bingkisan. Dia hadir belakangan kala itu, tak lupa mengabadikan moment lagi. "Ckrekk ckrekk" beberapa kali oleh "udang kecil" nama panggilan sahabat dia yang dateng dari jogja waktu itu.
Keesokan harinya "udah pendadaran nih, mau ngomong apa?" Ucapnya via WhatsApp. Instan janjian di satu tempat untuk bertemu hari itu juga. Malamnya aku dan dia bertemu, dengan memesan 2 gelas minum sebagai pembuka.
Usai pertemuan itu aku menulis ini :
"Setidaknya aku sedikit lega, sebab aku sudah memberanikan diri untuk mengungkapkannya. Walau dengan nervous yang membuncah, namun aku tak mau kalah.
Benar katamu, solusi yang tepat untuk saat ini hanya itu. Sebab, kau dan aku tak ingin ada hubungan yang dilarang-Nya. Aku setuju.
Ternyata se-asyik itu ya ngobrol denganmu, dari intonasi bicaramu adem banget. I like that. Maaf kalo cara bicaraku tidak seperti biasanya. Sebab, nadiku auto berdenyut lebih cepat saat di depanmu. Maaf juga atas pertanyaanku, yang hampir saja membuat butir-butir kristal bening itu menetes.
Terima kasih sudah welcome. Kau hebat, aku terenyuh mendengar ceritamu."
Singkat cerita, malam itu kami memutuskan cukup dengan berteman saja dulu. Sebab, aku dan dia belum siap untuk menjadi genap. Rasa itu hadir di waktu tak tepat dan kesiapan masing-masing belum terlihat. Dengan berjalannya waktu perlahan, aku dan dia berteman baik hingga sekarang.
Selayaknnya teman, dia memberikan support padaku yang juga tengah mengerjakan Tugas Akhir Skripsi. "Semangatttt, Yassarallah" ucapnya disertai emot senyum hehe. "Nggih, siapps" balasku. Tiba saatnya aku ujian sidang pendadaran, jadwal sudah ditentukan. Pada Senin, 27 November 2023 lalu, jam 13.00 WIB di gedung Dekanat dimana awal cerita ini bermula :)hehe. Pukul 15.00 WIB ujianku selesai, namun dia datang belakangan. Sebab, dia kerja hari itu. tak lama ternyata dia datang juga, dan menghampiriku "Gimana tadi bang? lancar?" Sembari memberiku bingkisan. "Makasihh, Alhamdulillah lancar" ucapku dan tersenyum sambil memandangi pemberiannya itu. "Hehh, nanti bukanya" katanya. "Siapp" jawabku. Setiap bertemu dengannya jujur aku sulit mengganggapnya sebagai seorang teman, namun aku berusaha keras melakukannya. Memang sih agak canggung sedikit, karena perihal rasa tak dapat ditutup-tutupi, gerak-gerik seseorang yang lagi jatuh hati itu mudah sekali dibaca hehe.
Namun aku dan dia adalah "teman baik", masing-masing dari kami berusaha serupa, saling bersikap sebagai teman. Jikapun nanti disatukan, aku percaya itu campur tangan Tuhan. Dan jikapun nanti rasa itu terpaksa berakhir, itu sudah jalannya takdir. Semoga aku dan dia terus berteman baik, saling mengingatkan pada hal yang positif dan menuntun pribadi masing-masing menjadi lebih baik lagi kedepannya.
Sehat selalu orang baik, jangan lelah menyibukkan diri dalam kebaikan. Semoga selalu dalam lindungan-Nya. Aamiin.
TAMAT.
Ba'da Subuh, 04,25 WIB.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar