Senin, 25 November 2019

Pernah Menjadi Kita Sebelum Akhirnya Melupa

Karya : Suratno

Disaat kamu bahagia aku bisa apa, terdiam hanya bisa memalsukan tawa agar semua terlihat baik baik saja. Inikah yang namanya realita? Kenapa ini sangat menyiksa. Aku masih tak terima dengan semua yang menimpa, aq masih berusaha tertawa dan terus memalingkan muka dari kenyataan yang lara. Aku pernah memutuskan berjuang pada seseorang yang tidak sedikitpun memperdulikan. Aku dan kamu pernah menjadi kita sebelum akhirnya kau buat luka. pernah lupa akan kecewa sebelum akhirnya kau buat luka buat sesak didada. pernah bahagia sebelum akhirnya kau buat derita.

Mengapa buat nyaman bila akhirnya meninggalkan. Mengapa kau cipta bahagia bila akhirnya kau buat kecewa. Untuk apa kau beri cinta, jika akhirnya aku dianggap tidak pernah ada. 

Menjalani semua kenyataan yang ada, tak masalah bagiku atas apa yang kau lakukan, mungkin saja yang salah menaruh perasaan dengan orang yang tidak sedikitpun mengharapkan. Kini kau semakin menghindar, namun terkadang, aku yang merasa takut kehilangan, pernah bahagia bersama akhirnya kau melupa dan memilih bahagia bersama pilihan hatimu, tak usah pedulikan, lanjutkan saja cintamu, karna memaksa hujan reda adalah hal yang paling gila. Terima kasih atas apa yang telah kau lakukan. Jangan sampai kau mengulang hal yang seperti ini kepadanya karna itu sungguh bikin tak nyaman, cukup aku yang kau abaikan.

Aku harus berusaha bangkit diantara cinta terumit yang pernah kau rakit, yang kau beri, biarlah ini menjadi cerita dan kenangan yang pernah kau torehkan dalam hidupku. 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar