Kala lentera merah di ufuk timur mengintip syahdu
Merekah indah temani langkah menanjak denganmu
Sayup-sayup suara menapak mendayu
Tak terasa telapak kaki berpijak di puncak saat itu
Sepoi semilir membelai membuat gigil beku
Tapi tetap hangat dengan dekapan sapamu, merdu
Bertukar lensa, potret manja lugu
"Tak pandai bergaya" katamu
Sedikit lucu, malu-malu
Ya, ada rasa tak biasa menggebu-gebu
Detak tak karuan mengiringi getaran qalbu
Debar mengisyaratkan pandang akanmu
Enggan berpaling, sangat rekat merayu
Entah, apa kau sadar untaian aksara oleh retinaku
Namun sungguh sahabat merapi itu adalah saksi bisu
Merbabu, perantara temu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar