Selasa, 28 Januari 2020

Aku Ikhlas Meski Cintaku Tak Terbalas

Karya : Suratno

Aku pernah bertahan, untuk mendapatkan cinta yang selalu aku rawat dengan kesetiaan. Namun semua itu hanya dapat dikenang dan tak lagi dapat ku genggam.
Namamu masih saja abadi dalam ingatan, mungkin karna aku yang belum sepenuhnya merelakan. Aku tahu, semua ini hanyalah tinggal kenangan yang tak mungkin dapat terulang.

Selamat tinggal kasih, biarlah ini menjadi kisah yang abadi, kamu yang begitu ku kagumi, tetapi sikapmu menjelaskan semuanya bahwa kamu ingin segera pergi, namun kau tak pernah mengerti, disini ada hati yang tersakiti. Dibulan ini, semoga tidak lagi menjumpai orang yang pandai mempermainkan hati, yang lihai perihal menyakiti dan semoga tuhan pertemukan aku dengan orang yang pantas ku perjuangkan. Orang yang peduli dan mengerti cara mencintai tanpa harus melukai.
Dengan itu, semoga lukaku kembali sembuh hatiku kembali utuh. Yang berlalu, biarlah menjadi pelajaran bahwa apa yang kita perjuangkan tak selamanya dapat bertahan.

Dibulan lalu, aku pernah begitu memperjuangkanmu sampai-sampai aku lupa cara mencintai diriku sendiri, bahkan bekali-kali hanya luka dan patah hati yang terus menghampiri. Aku memilih pergi sebelum suasana hati hancur tak berarti. Jika aku pergi, semoga kau tak lagi mencari.

Aku pergi bukan berarti tak mau lagi berdiri disampingmu, hanya saja, aku merasa tak pernah dianggap ada dalam hidupmu. Jika nanti aku sudah lupa, semoga kau bahagia dan baik baik saja. Kuharap kau mengerti, maafkan diri ini yang tak mampu bertahan lagi.

Aku merasa kau sangat pandai memermainkan hati, layaknya sutradara cinta dan akulah orang yang kau jadikan pemeranya. Aku pergi, aku harus tau diri bahwa selama ini aku tidak pernah dicintai, dan lebih sakit lagi, harus berjuang sendiri didalam kisah ini. Semoga suatu saat nanti kau menyadari bahwa disini ada yang mencintai dan begitu peduli. Menyadari betapa sakitnya mencintai namun dihianati, memprioritaskan namun diabaikan. Semoga dengan meninggalkan kau tidak merasakan apa yang aku rasakan.

Bukan karena tak mau berjuang, tapi aku merasa terbuang. Terimakasih kenangan, walau kadang menyakitkan, tapi aku tak mau menyalahkan keadaan. Ku terima dengan lapang dada, kuharap kau lega, dan biarlah penantianku sia sia, asal engkau selalu bahagia. Aku rela melepasmu walau nanti harapanku semu. Aku ikhlas, meski cintaku tak terbalas.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar