Sejak awal pertemuan, aku selalu memperhatikanmu sampai saat ini. Bila ditarik satu garis lurus, meruntunkan suatu kronologi yang merujuk pada titik pertama kita saling menyapa dan berbicara. Ahh, aku lebih menyukai rasanya daripada mengingatnya.
Aku terpusat pada pemikiranmu, sudut pandangmu, pada duniamu yang tak ku ketahui, pada sikapmu yang menuntut untuk diriku yang lebih baik. Hingga aku jatuh hati pada ketidaktahuanku sendiri.
Hm...
Ku akui kau berhasil mencuri hatiku, hingga logika sukar untuk berpendapat. Walaupun ketertarikanmu padaku sudah memudar, bahkan lenyap. Entahlah, itu diluar kendaliku. Hanya kepada Maha segala Maha kulangitkan harap, tak luput do'a terbaik yang akan kau dan aku dapatkan di depan nanti. Akan kurawat rasa ini, hingga ia terbungkus lagi dengan rapi.
Dariku, yang memperhatikamu dari sudut dan jarak yang kuciptakan sendiri.
05.23 WIB