Malam ini, kopi yang ku seruput sedikit lebih pahit. Mungkin bisa jadi karena senyuman yang biasanya gesit, kini tak lagi terbersit heheh. Walau begitu akan tetap ku teguk, sebab aku dan kopi telah erat terlilit.
Tak apa yaa, bincang antara dua insan hanya sekelumit.
Demi kebaikan bersama, lawanlah perintah hati dengan sengit. Namun tidak dusta, diri terus saja menguntit hihii.
Jangan larang yaa, keingintahuan akanmu dan apapun tentangmu selalu saja membuatku tertarik. Tetaplah tersenyum gadis lesung pipit, disanalah tempatku terpasung tak berkutik.