Sabtu, 01 Juli 2023

KETIKA SEMUA YANG KUTULIS ADALAH TENTANG DIA. Part 3

    Tak lama berbincang, lanjut bersiap-siap untuk melangkahkan kaki. Sebelumnya membeli makan dulu buat makan siang saat di tengah pendakian nantinya, dan yang membelinya saat itu adalah dia dengan seorang teman. Beberapa menit kemudian, semua personil sudah berkumpul di halaman basecamp. Karena dari basecamp ke gerbang jalur pendakian tidak terlalu jauh, maka kami sepakat tidak menaiki ojek waktu itu.

    Lalu satu persatu teman mulai memikul carrier, juga aku spontan memikul carrierku. Pukul 09.14 kami bergegas dengan semangat membara, juga teman lainnya melangkahkan kaki dengan sangat girangnya. 25 menit berlalu sampailah kami di gerbang jalur pendakian. Sembari istirahat sejenak, disempatkan berfoto dan membuat video joget bareng yang telah diwacanakan sebelumnya. Beberapa kali take video gagal, namun akhirnya berhasil juga. Lanjut dengan berdo'a, sebagai ketua rombongan maka aku yang memimpin do'a. Langsung menginstruksikan semua personil membentuk lingkaran, sambil aku bersiap untuk memimpin. Disini dia tepat disebelah kananku "Duhh.. kenapa ini, aku sedikit gugup saat didekatnya" batinku. Aku bersikeras untuk bersikap biasa saja hingga berdo'a terlaksana dengan baik. 

    Kembali melangkah dengan stamina yang masih lincah. Belum lama berjalan pos 1 terlewati, tanpa istirahat lanjut berjalan langkah demi langkah. Dengan rasa penasaran, kami terus menyusuri jalur pendakian. Asyik berbincang sambil berjalan, akhirnya pos 2 tampak di depan. Jam menunjukkan pukul 14.20, kami putuskan makan siang dulu. Ku sempatkan duduk bersandar carrierku sejenak ditempat yang menurutku nyaman, dengan madu rasa di mulutku. "Minta dong madunya, masih ada?" Tanya dia. Dengan sedikit senyum spontan aku membuka saku celanaku sembari dia mendekat. "Nihh" kataku sambil memberikan madu rasa kepadanya. Disini dia ingin barter dengan snack yang ada di tas selempangnya. "Udah gausah" kataku. "Yaudahh" katanya dengan sedikit senyuman manis hehe. Sedikit gerimis, aku dan teman bergegas memasang flysheet. Lanjut makan siang dengan nasi telur yang dia beli pagi tadi. Ditemani dengan hujan rintik, juga bincang canda tawa saat itu. Makan siang yang sangat nikmat menurutku, sebab mungkin tenaga yang sudah terkuras banyak melewati jalur dari bawah tadi hingga pos 2 ini. 

    Usai makan, aku habiskan sebatang rokok sembari menunggu hujan reda. Tak lama cuaca mulai membaik, kembali gerak berkemas melipat flysheet. Sempat juga ber-selfie dengan dia dan beberapa teman. Lanjut lagi menyicil langkah, dengan sesekali pandang menengadah ke arah puncak. "Tenyata masih jauh" pikirku. Sering juga bertemu dengan pendaki lain yang turun saat itu. Setiap bertemu "Pos 3 seberapa jauh lagi mas?" selalu saja dalam bentuk kalimat tanya wkwk. Bermacam bentuk jawaban dari pendaki-pendaki itu, sehingga aku dan teman lainnya tidak mempercainya hehe. Lanjut lagi dengan napas yang sudah terengah-engah. Sempat juga kami berpisah, sebab aku dan 5 teman lainnya terus melangkah. Dan ternyata 4 teman dibelakang jauh ketinggalan dibawah. "Mungkin sudah lelah" pikirku saat itu. "Kita tunggu mereka dulu" ucapku kepada teman yang bersamaku. "Siapp" jawab mereka. Lumayan lama menunggu, sehingga beberapa teman tertidur saat itu. Kurang lebih 1 jam menunggu, akhirnya mereka sampai juga dengan muka yang sudah sangat kelihatan lesunya. Semangat yang awalnya membara, kini redup adanya. Letih sudah menjamah raga, salah satu teman juga meneteskan air mata. Dari riangnya canda tawa, disini sudah senyap dan berbicara seperlunya saja. Dan aku juga membaringkan badan, sempat dipotret diam-diam saat itu oleh dia. 

    Lebih kurang 20 menit rehat, kembali melangkahkan kaki yang sudah lemas. Walaupun begitu tetap harus berjalan perlahan, sebab perjalanan sudah dekat dengan tujuan. Tak banyak berbincang, sore menjelang hari kian temaram. Pukul 17.40 tibalah kami di pos air, berhenti sejenak untuk mengisi botol Aqua sudah kosong yang kami minum dari bawah tadi. Setelah semua botol terisi, lanjut melangkah lagi. Tidak jauh dari pos air, kami tiba di pos 3 tempat mendirikan tenda. Kami tiba sekitar pukul 18.30 yang dimana hari sudah kelam. Setibanya di pos 3 langsung bergegas mendirikan tenda, takut suhu badan terlanjur turun dan kedinginan nantinya bila kelamaan istirahat. Teman-teman lainnya juga bergerak semua untuk mendirikan tenda. Disini tenda kami dirikan berhadap-hadapan, ditengah kami pasang flysheet agar bisa digunakan untuk menaruh barang bawaan logistik, carrier, dan juga untuk ruang memasak nantinya. Setelah semua beres, kami segerakan memasak air. Mengisi perut dengan energen, coffe sachet, dan aku membuat kopi yang ku bawa sendiri dari kontrakan.

    Sembari menikmati kopi, lanjut dengan masak-masak untuk makan malam. Sebagian teman diluar menikmati sejuknya malam dengan pemandangan terangnya lampu kota. Dia dan seorang teman sedaerahku yang lagi goreng-menggoreng di ruang tengah, dan aku tepat duduk dihadapan dia. Dengan secangkir kopiku dan sebatang rokok kretek "Ahh... Nikmattnyaa" hehe. Dia terus membolak-balik gorengan yang tengah dimandikan dalam minyak panas, sedang tatapku masih rekat memperhatikan lincahnya tangan gadis Jawa memasak saat itu. Juga bincang-bincang dengan teman sedaerahku, dengan sesekali melirik dia sambil menyeruput kopiku yang masih hangat. Satu persatu teman mulai masuk dalam tenda sebab mulai menggigil. Sembari menunggu makanan matang, cowo-cowo menyempatkan bermain Uno untuk mengisi waktu senggang. Sebab kalau ikut memasak, ruang tidak mendukung karena terlalu sempit. Usai semua matang, kami makan malam dulu sebelum memejam. Makan malam kami hanya dengan mie instan, bakwan, nugget, sosis, dan snack lainnya. Sembari menyantap hidangan, senda gurau juga menghiasi suasana malam itu. Setelah perut terisi, tak lagi banyak perbincangan. Mata mulai berat, kami sepakat menyetting alarm jam 02.00 untuk bangun summit nantinya. Dan tak lama pukul 23.00 semua tertidur dengan pulasnya.

Bersambung ....