Dari percakapan kemarin malam, ada batasan-batasan yang kau katakan, aku setuju. Benar, kita harus bekerjasama untuk menjaga dan mengontrol perasaan masing-masing. Sebab, hal itu bisa meminimalisir terjadinya hal-hal yang mengarah ke arah negatif.
Mengenai latar belakangmu, memang belum sepenuhnya aku tahu tentangmu. Namun, jangan menyuruhku mempertimbangkannya. Bukankah kita harus sama-sama mempertimbangkan? Katamu lagi, apa ada orang yang bisa menerimamu dengan keadaan seperti itu?
Gimana kalau sebaliknya?
Kau juga belum sepenuhnya tau latar belakangku bagaimana. Besar kemungkinan jika kau tahu, aku akan mengatakan hal yang sama.
Bukankah alur kehidupan itu sudah diatur sedemikian rupa bagi setiap hamba? Yang kita lakukan harus tetap bersyukur bagaimana pun situasi yang kita jalani tanpa membanding-bandingkannya.
Bahagianya tawamu malam kemarin masih saja dalam benakku hingga kini, kau tertawa lepas mendengar nyanyianku yang bahasa jawa itu. Walaupun aku sedikit malu, tapi aku bahagia sekali melihatnya. Kamu tetap bahagia seperti itu yaa, jangan biarkan sedih menghiasi raut wajahmu.
Dan hari ini kau menyanyikan request-an laguku dibeberapa minggu yang telah lewat. Terima kasih, aku sukaa. Sedikit kritik, tarikan nafasmu kurang panjang hehe.