Aku bergerak duluan, teman-teman lainnya juga ikut memikul barang bawaannya dan melangkah turun perlahan. Pos 2 terlewati, namun aku dan 2 teman cowo lainya terus melangkah sehingga 7 teman lainnya jauh tertinggal di belakang. Lama berjalan menurun kaki mulai bergetar (tremor), sekali-kali beristirahat sejenak. Lutut lemas dan melangkah semakin malas. Kami tiba di pos 1, beristirahat sembari menunggu teman-teman yang tertinggal di belakang.
Setengah jam berlalu, mereka tak juga tampak. Dupa yang kesekian kunyalakan, terus mengepul sembari melirik-lirik jalur pendakian. Namun belum juga ada suara mereka mendekat. "Lama juga mereka yaa" kata teman disebelahku. "Mungkin lagi rehat" kataku. 1 jam menunggu, akhirnya mereka tiba juga. Tampak raut wajah lesu. Kurasa mereka merasakan hal yang sama, sebab terlihat beberapa teman turunnya berjalan mundur. "Lebih enak naik" kata mereka. "Menurutku sama aja" kataku. Semua teman telah sampai di pos 1 ini. Beristirahat sekitar 20 menitan, lanjut bergerak lagi melangkahkan kaki. Sampai di gerbang pendakian lagi. Disini dia menyempatkan berfoto beberapa kali, aku dan beberapa teman tidak berhenti lagi, terus melangkah hingga sampai di basecamp duluan. Dan foto dia di gerbang pendakian ini masih ada di sorotan Instagram dia, dengan caption "Foto sebelum pendakian ❌, foto setelah pendakian ☑️". Ketahuan deh sering kali aku stalking wkwk.
Kemudian kami sampai di basecamp hampir pukul 18.00 sore. Setelah sampai kuturunkan carrierku, lepas sepatu dan kaos kaki yang sedikit beraroma tak sedap hehe. Duduk di kursi depan basecamp, kunyalakan dupaku sebatang lagi. Tak lama teman-teman lainnya juga tiba. Kuingat saat itu dia berkata "rokok terusss" ujarnya. ":)" kubalas dengan senyuman. Sampai di basecamp semua personil kelelahan. Tampak raut wajah mereka sudah tak girang, membujurkan kaki sembari rebahan. Beberapa teman mulai membersihkan badan dengan bergegas ke ruang pemandian. Juga denganku segera mandi dan berganti baju. Setelahnya kusisir rambut gondrongku di depan mereka yang sedang mengisi daya Hp, dan ditertawakan dengan becanda. "Mungkin aku lucu kalo gondrong" pikirku hehe.
Tak habis pikir pemilik basecamp ternyata mata duitan wkwk. Sebab di pos check in pendakian, sudah dinyatakan bahwa biaya basecamp sudah termasuk dalam registrasi awal yang kami bayarkan disaat check in tersebut. Namun, saat kami hendak pulang malah dipungut biaya lagi oleh pemilik basecamp. "Hm... ya mau gimana lagi" kataku. Terpaksa kami membayar dengan sedikit terpaksa. "Tidak papa, rungkad sedikit" wkwkw. Kami memutuskan untuk pulang hari itu juga. Kami langsung packing barang dan peralatan. Selesai packing, aku keluar untuk membersihkan jok motor yang penuh dengan debu pasca erupsi merapi kemarin. Kebetulan dia sudah selesai membersihkan motornya dan memanaskan mesin. Aku mendekat ke arah motor, tapi tak ada kain untuk mengelap motor itu. Alhasil "Pakai kanebo motorku nih bang" kata dia. "Boleehh" kataku. Selesai mengelap motor dan segera ku kembalikan kepadanya.
Semua personil siap, kami berangkat pulang. Dalam perjalanan sempat berhenti sebentar untuk makan. Dan kami makan nasi goreng saat itu. Nasi gorengnya enak menurutku dan porsinya jumbo jugaa hehe. Tak lama kami melanjutkan perjalanan. Dan tiba ditempat perkumpulan awal sekitar pukul 23.00 malam. Semua carrier kami tumpuk disana, kami putuskan untuk istirahat dulu dan untuk membongkarnya esok hari sajaa. Semua personil bergegas kembali ke tempat tinggal masing-masing, kecuali dia dan teman cewe lainnya hanya tinggal disana. Sebab, tempat perkumpulan itu adalah tempat tinggal mereka.
Keesokan harinya, aku dan teman-teman kembali lagi, untuk membongkar peralatan yang dalam carrier itu. Karena batas sewa sudah habis, maka kami hendak mengembalikannya. Setelah semua peralatan yang disewa selesai dibongkar dan dipisahkan, aku dengan beberapa teman hendak mengembalikannya. Akhirnya selesai juga petualangan itu, dan teman-teman lainnya juga kembali pulang untuk melakukan aktivitas masing-masing.
Nah, itulah cerita awal aku dekat dengan dia. Seperti kataku "Merbabu saksi bisu, perantara temu". Disinilah mulai ada tegur sapa, obrolan maupun perbincangan lainnya. Walaupun perbincangannya biasa saja, namun jujur rasa dalam dada tak biasa. Tapi saat itu masih tersimpan dalam pendam, tanpa terlalu tampak oleh pandang mata. Selanjutnya masih sering ada pertemuan-pertemuan aku dengan dia.
Bersambung ....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar